<h3>Abstrak</h3> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kampung Felda Hutan Percha, Malaysia dalam mengintegrasikan pengelolaan zakat perniagaan dan kepatuhan pajak sebagai wujud tanggung jawab sosial pelaku usaha Muslim. Fenomena dual obligation, yakni kewajiban membayar zakat sekaligus memenuhi kewajiban perpajakan negara, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan FELDA yang umumnya bergerak di sektor perdagangan informal dengan kapasitas administrasi yang terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, didukung kajian literatur dari penelitian-penelitian relevan terkait kepatuhan pajak UMKM, akuntansi zakat, dan tanggung jawab sosial berbasis nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan pelaku UMKM masih tergolong rendah akibat keterbatasan literasi keuangan dan perpajakan, minimnya pemahaman tentang mekanisme zakat perniagaan, serta belum terintegrasinya sistem pencatatan keuangan yang memadai. Diperlukan sinergi antara lembaga zakat, otoritas pajak, dan komunitas FELDA untuk mendorong kepatuhan ganda yang berkeadilan sesuai prinsip maqashid syariah.</p> <br> <h3>Abstract</h3> <p>This study aims to analyze the readiness of Micro, Small, and Medium Enterprise (MSME) actors in Kampung Felda Hutan Percha, Malaysia, to integrate the management of trade zakat (zakat perniagaan) and tax compliance as an expression of social responsibility among Muslim business owners. The dual-obligation phenomenon, namely the obligation to pay zakat while simultaneously complying with state taxation, poses a distinct challenge for entrepreneurs in FELDA settlements, who generally operate in informal trade sectors with limited administrative capacity. Using a qualitative case study approach supported by a review of relevant literature on MSME tax compliance, zakat accounting, and Islamic value-based social responsibility, the study finds that the readiness of MSME actors remains relatively low, owing to limited financial and tax literacy, minimal understanding of trade-zakat mechanisms, and the absence of adequately integrated financial recording systems. Synergy among zakat institutions, tax authorities, and the FELDA community is needed to encourage equitable dual compliance in line with the principles of maqashid syariah.</p> <br> <p><strong>Keywords:</strong> Scope: Pelatihan dan Pendampingan, Trade Zakat, Tax Compliance, MSMEs, FELDA, Social Responsibility, Islamic Accounting</p>

Memuat Halaman 1...

DOI
10.5281/zenodo.21535656
VOL 1
EDISI 2
JUL
2026
Dr. Andi Wawo, Adelia Nindya Putri, Izzatul Muzakkirah Qurani, Andi Indah Wajid Putri, Athiqah Athira Binti Md. Ruslan, Uqail Irfanuddin Bin Waliuddin Nejatullah, Dr. Lince Bulotoding, Berkah Rahmawati. (24/7). Zakat and Tax Accounting: Analyzing the Readiness of MSME Actors to Integrate Trade-Zakat Management and Tax Compliance as a Form of Social Responsibility (A Case Study of Kampung Felda Hutan Percha, Malaysia). AJAF - Akuntansi, Audit & Perpajakan, 1(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.21535656

Publisher: PT Bernas Sumut Jaya
Legal Entity: AHU-0034291.AH.01.01.2026
KBLI: 58110 (Penerbitan Buku/Jurnal) & 63121 (Penerbitan Portal Web Digital)
Status: Verified
Status Indeks Jurnal
Jurnal akademik ASIA resmi didirikan pada tahun 2026. Kami secara aktif mengejar pengindeksan dan registrasi dengan basis data akademik internasional terkemuka dan platform akses terbuka.
Semua jurnal ASIA telah resmi memulai proses pendaftaran basis data internasional. Hasil dan penahapan tunduk pada jadwal peninjauan masing-masing badan.

Publikasi APASIFIC telah aktif dan artikel baru terindeksasi melalui Google Scholar.

Pendaftaran DOI Crossref APASIFIC sedang diproses untuk identifikasi permanen publikasi.

Pengajuan ISSN APASIFIC telah dilakukan dan saat ini berada dalam antrian proses.

Repositori publikasi APASIFIC yang menyediakan penyimpanan terbuka dan DOI untuk rekam publikasi.

Publikasi APASIFIC telah terhubung melalui ekosistem Zenodo dan OpenAIRE untuk discovery ilmiah.

Identitas peneliti dan publikasi APASIFIC terintegrasi melalui persistensi researcher identifier ORCID.

Proses SINTA menunggu ISSN jurnal dan pemenuhan persyaratan akreditasi.

Pengajuan DOAJ dilakukan setelah ISSN tersedia dan seluruh persyaratan kelayakan terpenuhi.

Indeksasi panel Scopus merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.

Web of Science merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.