Ketidakpatuhan terhadap peraturan merupakan tantangan yang terus-menerus dalam tata kelola keuangan pemerintah daerah di Indonesia dengan implikasi serius terhadap akuntabilitas fiskal publik. Studi ini meneliti pengaruh karakteristik pemerintah daerah — yang terdiri dari ukuran pemerintah, otonomi fiskal, kompleksitas organisasi, belanja modal, dan temuan sistem pengendalian internal (KTP) — terhadap temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan di seluruh pemerintah provinsi di Indonesia. Dataset panel seimbang yang mencakup seluruh 34 provinsi selama lima tahun (2019–2023) dianalisis menggunakan estimator Random Effects GLS, yang dipilih melalui serangkaian pengujian spesifikasi model panel sistematis termasuk uji Chow, uji Breusch-Pagan Lagrange Multiplier, dan uji Hausman. Semua asumsi klasik terpenuhi, memvalidasi kesesuaian metode estimasi yang digunakan. Hasil menunjukkan bahwa model tersebut signifikan secara bersamaan, sementara hanya otonomi fiskal yang memberikan pengaruh parsial positif dan signifikan secara statistik terhadap temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Temuan ini mengungkapkan paradoks fiskal yang dapat dijelaskan melalui teori keagenan: otonomi fiskal yang lebih tinggi melemahkan mekanisme pengawasan vertikal dan memperbesar kompleksitas tata kelola pendapatan lokal, sehingga meningkatkan risiko ketidakpatuhan. Studi ini memberikan kontribusi secara teoritis dengan memperkaya wacana teori keagenan dalam konteks desentralisasi fiskal di negara berkembang, dan secara praktis dengan menawarkan wawasan kebijakan bagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Dalam Negeri dalam merancang strategi pengawasan adaptif risiko yang responsif terhadap heterogenitas fiskal antarprovinsi.

Memuat Halaman 1...

DOI
10.5281/zenodo.21486466
VOL 1
EDISI 2
JUL
2026
Unknown Author. (22/7). Factors Affecting Regulatory Non-Compliance in Local Governments in Indonesia: A Balanced Panel Data Analysis 2019–2023. AJAF - Akuntansi, Audit & Perpajakan, Vol 1(No 2). https://doi.org/10.5281/zenodo.21486466

Publisher: PT Bernas Sumut Jaya
Legal Entity: AHU-0034291.AH.01.01.2026
KBLI: 58110 (Penerbitan Buku/Jurnal) & 63121 (Penerbitan Portal Web Digital)
Status: Verified
Status Indeks Jurnal
Jurnal akademik ASIA resmi didirikan pada tahun 2026. Kami secara aktif mengejar pengindeksan dan registrasi dengan basis data akademik internasional terkemuka dan platform akses terbuka.
Semua jurnal ASIA telah resmi memulai proses pendaftaran basis data internasional. Hasil dan penahapan tunduk pada jadwal peninjauan masing-masing badan.

Publikasi APASIFIC telah aktif dan artikel baru terindeksasi melalui Google Scholar.

Pendaftaran DOI Crossref APASIFIC sedang diproses untuk identifikasi permanen publikasi.

Pengajuan ISSN APASIFIC telah dilakukan dan saat ini berada dalam antrian proses.

Repositori publikasi APASIFIC yang menyediakan penyimpanan terbuka dan DOI untuk rekam publikasi.

Publikasi APASIFIC telah terhubung melalui ekosistem Zenodo dan OpenAIRE untuk discovery ilmiah.

Identitas peneliti dan publikasi APASIFIC terintegrasi melalui persistensi researcher identifier ORCID.

Proses SINTA menunggu ISSN jurnal dan pemenuhan persyaratan akreditasi.

Pengajuan DOAJ dilakukan setelah ISSN tersedia dan seluruh persyaratan kelayakan terpenuhi.

Indeksasi panel Scopus merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.

Web of Science merupakan target pengembangan setelah persyaratan editorial dan rekam publikasi terpenuhi.